HOS Cokroaminoto dan Zaman Now

Perang melawan penjajah tidak hanya mengangkat senjata tetapi dapat berbentuk perang pemikiran atau ide. HOS Cokroaminoto adalah salah satu tokoh pergerakan yang berjuang dalam bentuk perang pemikiran. Sosok yang menjadi guru bagi banyak pejuang kemerdekaan ini menyerang penjajah Belanda dengan ideologi sosialisme Islam.

Eit, jangan curiga dulu. Sosialisme-Islam yang diusung HOS Cokroaminoto bukanlah sosialisme yang dikembangkan Karl Marx dan Friedrich Engels. Sosialisme Marx dan Engels ada sosialisme yang didasarkan filsafat materialisme sedangkan sosialisme Islam versi HOS Cokroaminoto adalah sosialisme yang didasarkan ajaran dan nilai-nilai spiritualitas Islam yang menempatkan kehidupan dunia tidak dapat dipisahkan dari kehidupan ukhrawi sesuai ajaran Islam.

PERLAWANAN IDEOLOGI PRIYAYI JAWA: BIOGRAFI POLITIK DAN REKONSTRUKSI SOSIALISME ISLAM HOS COKROAMINOTO ini diterbitkan oleh Jaring Pena (PT Jepe Press Media Utama) Surabaya.

Continue reading “HOS Cokroaminoto dan Zaman Now”

Advertisements

Dobol Ayu-ayu Cuman Rongatus Repes

Dobol ayu-ayu cuman rongatus repes. Sialan cantik-cantik cuma kasih dua ratus rupiah. Saya hanya bisa tersenyum kecut memandangi pria berumur di depan saya. Padahal ia baru saja membantu sebuah kendaraan mewah lolos dari kemacetan sore itu. Entah pengemudi atau penumpang kendaraan mewah tadi yang membuat pria tadi misuh-misuh. Continue reading “Dobol Ayu-ayu Cuman Rongatus Repes”

warkop, gedibal, dan raja

Sore itu sebenarnya saya tidak ada niat untuk ngopi di warkop. Maklum tiap pulang kampung emak pasti menyiapkan kopi atau teh. Saya juga bukan penggila kopi apalagi teh. Tapi sore itu saya terpaksa mampir ke warkop karena satu hal: wifi.

Paket data Internet di handphone masih ada namun entah mengapa paket ini tidak dapat digunakan di WhatsApp. Berkali-kali pula saya membuang sia-sia paket data yang sudah saya daftarkan sepekan. Apa boleh buat, wifi warkop menjadi pilihan terakhir.

Continue reading “warkop, gedibal, dan raja”

Eksplorasi Dunia di Masa Muda

Pergilah ke suatu tempat maka kau akan menemukan hal-hal baru yang berbeda. Entah perbedaan budaya, bahasa, agama, adat istiadat, geografis maupun perbedaan suku/ ras dan lainnya. Sebagai penduduk global, kita tidak mungkin lagi bersikap menarik diri dari keragaman tadi. Sebaliknya kita dituntut open minded, belajar menerima sekaligus belajar menghargai perbedaan tadi. Program pertukaran pelajar (exchange student) merupakan salah satu upaya untuk mengenal perbedaan dan keragaman tadi. Continue reading “Eksplorasi Dunia di Masa Muda”

Program Penghitung Uang Pecahan

Saya masih ingat ketika mengajari si kecil kelas tentang bilangan puluhan, ratusan, dan ribuan. Di lain kesempatan saya juga mengajari bilangan yang dinyatakan dalam bentuk uang pecahan. Misalnya uang Rp 15.400 yang jika ditukar dengan uang pecahan mendapatkan 1 pecahan sepuluh ribu, 1 pecahan 5 ribu, 2 pecahan dua ratus Rupiah.

Tidak mudah bagi anak-anak memahami ini karena mereka belum mengenal ragam uang pecahan di Indonesia. Berangkat dari contoh program Y. Daniel Liang dalam bukunya Introduction to Java Programming, Comprehensive Version plus pengalaman mengajari buah hati, saya membuat program sederhana. Program ini jauh dari sempurna tetapi cukup akurat dan rinci setelah beberapa kali uji coba. Jika pembaca punya saran, silahkan meninggalkan pesan dan komentar. Continue reading “Program Penghitung Uang Pecahan”

Menjadi Pejuang Kehormatan

“Nih manfaat THR,” kata saya sambil menunjuk ke ban motor. Setelah THR mengucur, saya menyegerakan mengganti ban depan, kampas rem depan, mengganti oli mesin, dan servis mesin. Pasalnya beberapa hari lagi saya akan mudik mengendarai motor lantaran jadwal libur lebaran 1437 H ini sangat mepet sementara istri dan anak-anak pada H-5 sudah ‘mengungsi’ ke kampung halaman.

“Mosok mudik naik motor,” tangkis teman yang merasa ‘panas’ dengan kalimat saya. Continue reading “Menjadi Pejuang Kehormatan”

Celetukan Bukber itu Jadi Kenyataan

“Banyak loh mas jumlah teman-teman,” ujar pimpinan saya saat saya mengutarakan niat untuk mengadakan buka puasa bersama di rumah kami. “Ga pa-pa,” jawab saya mantap. Setelah tertunda beberapa hari gara-gara jadwal buka bersama (bukber) kantor terus berubah, akhirnya kami memutuskan 24 Juni acara bukber di rumah kami. Continue reading “Celetukan Bukber itu Jadi Kenyataan”